Jika Dunia menyalahkan aku...
Sungguh aku akan
menerima dengan tersenyum...
Akan tetapi jika Alloh menyalahkan aku...
Aku
akan menangis dan memohon ampun kepadaNya...
Sungguh mereka tidak mengetahui...
Aku adalah aku, tapi aku bukan seperti apa yang engkau lihat...
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita selalu dihadapkan kepada banyaknya permasalahan. Sesungguhnya hanya ada dua pilihan dalam bersikap. Mau santun atau mau marah, mau jujur atau bohong, mau baik atau mau jahat... mau menolong atau cuek... dan seterusnya.
Manusia dapat diibaratkan seperti sebotol air... Jika kita tidak rapat-rapat menutupnya, melindunginya... Maka akan mudah sekali terkena noda. Bisa menjadi merah, bisa menjadi biru, bisa menjadi hijau dan lain sebagainya. Maka kita harus pandai-pandai memilih dan memilah dalam setiap perkara, dalam setiap pergaulan, dalam setiap kondisi dan seterusnya.
Kecintaan kepada Alloh hanya akan melahirkan "PERBAIKAN" dan "KEBAIKAN" di dalam hidup kita. Tidak sedikitpun kita berbuat baik dengan harapan agar kita mendapatkan yang baik untuk kita nantinya. Karena yang paling penting baginya adalah keridhoan dan pahala dari sang pencipta. Bukan karena untuk dirinya yang berkaitan dengan urusan dunia. Disini sungguh bahwa ilmu dunia itu bertolak belakang dengan ilmu Alloh.
Setiap perkara baik ataupun buruk, senang ataupun susah selalu diterima dengan penuh keikhlasan. Selalu diambil hikmah baiknya, selalu berusaha melihat apa pesannya dalam setiap kejadian. Sementara dalam setiap perbuatannya semua adalah demi Alloh semata, tanpa mengharap pujian, penghormatan, pengakuan dan lain sebagainya. Tidak ada rasa enak dalam berbuat baik dan karena pandai dalam bersikap.
Tidak takut terhadap celaan, fitnah, sakwa sangka dan lain sebagainya.
Wassallamu'allaikum WrWb.
Merupakan kumpulan posting dari status Facebook pribadi yang berkaitan dengan pemahaman hidup dan kecintaan kepada Alloh... Semoga dapat membantu menginspirasi bagi pembaca untuk senantiasa cinta kepada sang Pencipta.... Amin...
Tuesday, January 8, 2013
Menuruti nafsu semata
Kesenangan selalu dikejar-kejar...
Kebahagiaan selalu menjadi harapan...
Kegagalan dan kesedihan selalu menghantui...
Hidup ini hanyalah menjadi mimpi...
Mengapa... ?
Karena kita merasa tak pernah memperoleh sesuatu...
Itu adalah bagi insan-insan yang tak pernah mensyukuri hidup...
Hidup ini "NYATA" bukan mimpi...
Sedangkan "KEMATIAN" itu pasti...
Kalau saya katakan bahwa...
Hitam atau putih... hanya ada di Mata...
Manis atau pahit... hanya ada di Lidah...
Senang atau susah... hanya ada di Hati...
Nikmati hidup ini apa adanya...
Bukan... ada apanya ?
Lakukan yang terbaik dalam segala hal...
Dalam hal apapun... dan kepada siapapun...
Syukuri yang ada, ikhlaskan setiap perkara dan sabar dalam pengharapan...
Niscaya hidup akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat...
Insya Alloh... Amin
Wassallamu'allaikum WrWb.
Kebahagiaan selalu menjadi harapan...
Kegagalan dan kesedihan selalu menghantui...
Hidup ini hanyalah menjadi mimpi...
Mengapa... ?
Karena kita merasa tak pernah memperoleh sesuatu...
Itu adalah bagi insan-insan yang tak pernah mensyukuri hidup...
Hidup ini "NYATA" bukan mimpi...
Sedangkan "KEMATIAN" itu pasti...
Kalau saya katakan bahwa...
Hitam atau putih... hanya ada di Mata...
Manis atau pahit... hanya ada di Lidah...
Senang atau susah... hanya ada di Hati...
Nikmati hidup ini apa adanya...
Bukan... ada apanya ?
Lakukan yang terbaik dalam segala hal...
Dalam hal apapun... dan kepada siapapun...
Syukuri yang ada, ikhlaskan setiap perkara dan sabar dalam pengharapan...
Niscaya hidup akan bahagia baik di dunia maupun di akhirat...
Insya Alloh... Amin
Wassallamu'allaikum WrWb.
Harapan yang kosong
Sesungguhnya... dunia ini terus berputar...
Waktu juga terus berjalan...
Yang muda menjadi tua...
Yang tua menjadi tiada...
Kesusahan tidak akan selamanya bersama kita...
Begitu pula kebahagiaan... belum tentu selalu akan bersama pula...
Tidak selamanya kita akan terus berjuang... karena akan ada hasil dari kerja keras kita...
Yang jelas... Segalanya akan terus berubah...
Sesuai dengan kehendakNya...
Sesuai dengan kodratnya...
Kita sadar bahwa di dunia ini semuanya tidak ada yang kekal...
Semuanya akan sirna begitu saja... tanpa kita sadari, tanpa kita harap-harap...
Janganlah pernah berharap dari setiap yang kita lakukan untuk dimasa nanti...
Mengharap kepada sesama hanya akan banyak kecewa...
Mengharap ridho Alloh, jauh lebih indah...
Karena Alloh tak pernah mengingkari janji..
Amin...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Waktu juga terus berjalan...
Yang muda menjadi tua...
Yang tua menjadi tiada...
Kesusahan tidak akan selamanya bersama kita...
Begitu pula kebahagiaan... belum tentu selalu akan bersama pula...
Tidak selamanya kita akan terus berjuang... karena akan ada hasil dari kerja keras kita...
Yang jelas... Segalanya akan terus berubah...
Sesuai dengan kehendakNya...
Sesuai dengan kodratnya...
Kita sadar bahwa di dunia ini semuanya tidak ada yang kekal...
Semuanya akan sirna begitu saja... tanpa kita sadari, tanpa kita harap-harap...
Janganlah pernah berharap dari setiap yang kita lakukan untuk dimasa nanti...
Mengharap kepada sesama hanya akan banyak kecewa...
Mengharap ridho Alloh, jauh lebih indah...
Karena Alloh tak pernah mengingkari janji..
Amin...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Monday, January 7, 2013
Hidup 1000 tahun lagi ?
Banyak diantara kita merasa bahwa...
Kita akan hidup 1.000 tahun lagi...
Hari dirasa masih panjang... masa depan masih terbentang luas...
Yang ditunggu-tunggu akan segera datang...
Membayangkan bahwa sinar terang ada di depan sana...
Sampai-sampai kita mengesampingkan Alloh..
Alasannya sangat sepele...
Ah... nanti saja... ah bentar lagi... ah masih tanggung... masih repot...
Atau bahkan besuk saja... atau nanti kalau kita sudah sukses...
Sementara waktu disisi yang lain...
Dengan berjalannya waktu...
Usia kita semakin berkurang...
Dosa kita semakin bertambah...
Tugas dan pekerjaan (dunia) tak kunjung selesai...
Dan... kematian semakin mendekat...
Pahala semakin tak sebanding dengan dosa...
Sesungguhnya bahwa mengejar dunia itu tidak ada habisnya...
Kita semua tahu, bahwa dunia ini bulat...
Dan tentunya tak akan ada titik temunya... tak ada ujungnya...
Mengejar-kejar dunia adalah tindakan bagi sebagian besar orang...
Dapat mensyukuri nikmat Alloh adalah tindakan sebagian kecil orang...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Kita akan hidup 1.000 tahun lagi...
Hari dirasa masih panjang... masa depan masih terbentang luas...
Yang ditunggu-tunggu akan segera datang...
Membayangkan bahwa sinar terang ada di depan sana...
Sampai-sampai kita mengesampingkan Alloh..
Alasannya sangat sepele...
Ah... nanti saja... ah bentar lagi... ah masih tanggung... masih repot...
Atau bahkan besuk saja... atau nanti kalau kita sudah sukses...
Sementara waktu disisi yang lain...
Dengan berjalannya waktu...
Usia kita semakin berkurang...
Dosa kita semakin bertambah...
Tugas dan pekerjaan (dunia) tak kunjung selesai...
Dan... kematian semakin mendekat...
Pahala semakin tak sebanding dengan dosa...
Sesungguhnya bahwa mengejar dunia itu tidak ada habisnya...
Kita semua tahu, bahwa dunia ini bulat...
Dan tentunya tak akan ada titik temunya... tak ada ujungnya...
Mengejar-kejar dunia adalah tindakan bagi sebagian besar orang...
Dapat mensyukuri nikmat Alloh adalah tindakan sebagian kecil orang...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Sunday, January 6, 2013
Tahun baru
Ganti tahun... ganti kalender...
Tambah hari... berkurang waktu...
Bertambah usia... bertambah dosa...
Kesempatan semakin sempit... liang lahat semakin dekat...
Apa maknanya... ? Apa artinya... ?
Apa yang harus kita lakukan... ?
Banyak diantara kita yang menyambutnya...
Dengan begadang...
Main kembang api...
Tiup terompet...
Ngrumpi ngalor ngidul...
Wara-wiri gak jelas...
Itulah dunia... itulah "manusia"...
Setiap perkara selalu didramatisir...
Dibesar-besarkan... dibikin heboh...
Dunia memang panggung sandiwara...
Lantas apa yang kita rayakan itu ?
Ketuaan kita ?
Atau terkumpulnya dosa-dosa kita ?
Atau karena kita bangga telah melewati tahunnya ?
Sedikit sekali diantara kita yang menangis mengiba memohon ampunan kepada Alloh... karena kita merasa telah banyak berlumur dosa... dzalim... ingkar... tidak amanah... jahat... menebar benci... fitnah... serakah... dan lain sebagainya...
Dapatkah waktu didepan kita itu cukup untuk menebus segala kesalahan kita dimasa lalu...
Atau kematian lebih dahulu menjemput kita...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Tambah hari... berkurang waktu...
Bertambah usia... bertambah dosa...
Kesempatan semakin sempit... liang lahat semakin dekat...
Apa maknanya... ? Apa artinya... ?
Apa yang harus kita lakukan... ?
Banyak diantara kita yang menyambutnya...
Dengan begadang...
Main kembang api...
Tiup terompet...
Ngrumpi ngalor ngidul...
Wara-wiri gak jelas...
Itulah dunia... itulah "manusia"...
Setiap perkara selalu didramatisir...
Dibesar-besarkan... dibikin heboh...
Dunia memang panggung sandiwara...
Lantas apa yang kita rayakan itu ?
Ketuaan kita ?
Atau terkumpulnya dosa-dosa kita ?
Atau karena kita bangga telah melewati tahunnya ?
Sedikit sekali diantara kita yang menangis mengiba memohon ampunan kepada Alloh... karena kita merasa telah banyak berlumur dosa... dzalim... ingkar... tidak amanah... jahat... menebar benci... fitnah... serakah... dan lain sebagainya...
Dapatkah waktu didepan kita itu cukup untuk menebus segala kesalahan kita dimasa lalu...
Atau kematian lebih dahulu menjemput kita...
Wassallamu'allaikum WrWb.
Subscribe to:
Comments (Atom)